Senin, 12 September 2016

Apa Iya?

Diammu


Diammu, membuat aku berpikir, selalu berpikir, menebak-nebak tentang apa yang ada di hatimu.
Diammu, membuatku tak nyaman, di awal.
Diammu, memaksa aku larut dalam kesibukanku, agar aku tak lagi berangan-angan.
Diammu, membuatku lebih dekat dengan Sang Pemilik Hati ini
Diammu, apakah seperti ini?

Kutemukan coretan seseorang, tentang seseorang yang mencintai dalam diam.
Bolehkah aku berharap engkau juga seperti ini?

Diamku, bukan tak tau.
Diamku, bukan tak mengerti.
Diamku, bukan tak peduli.
Diamku, bukan tak menanti.
Diamku, bukan tak rindu.

Aku tau.
Aku mengerti.
Aku peduli.
Aku menanti.
Aku rindu.
Hanya itulah yang saat ini bisa kulakukan.
Sebab rasa ini belum pantas diungkapkan.
Sebab rindu ini belum pantas diucapkan.

Untuk engkau yang nantinya mendampingiku..
Akan tiba waktu untuk kau mengetahui segalanya.
Akan tiba waktu untuk kau mengerti semuanya.
Diamku menjadi saksi bahwa nama mu selalu ku ucap.
Diamku menjadi saksi bahwa dirimu yang selalu ku do'akan.
Aku berdoa dalam diamku.
Semoga engkau menjadi pendampingku di dunia dan akhirat.

When your name in someone's prayer, it's so beautiful.


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar