Dear Nathan
Erisca Febriani
Fiksi, 528 halaman.
Pagi tadi aq lanjutin baca novel dari Erisca, Dear Nathan, yang malam sebelumnya sempat aq buka beberapa halaman di awal dan tertidur gara-gara ngantuk berat. Alur cerita-nya sih sebenarnya
simple, tapi banyak gejolak di dalamnya jadi bikin geregetan, penasaran, malah sering senyum-senyum sendiri sampe nangis juga lho, ketawa-ketawa sendiri juga terutama kalo si Nathan lagi ngegombalin si Salma. #Baper
Ini novel pertama dari Erisca, menurutq dia berhasil banget nulis. Cuma butuh 7 jam aq nyelesain baca. Meskipun ini novel
Happy Ending, tapi aq ngerasa kecewa setelah aq tamat baca. Kenapa sih udah tamat, sampai disini aja? aq masih pingin lanjut ceritanya, masih penasaran masih pingin baca sambil senyum-senyum sendiri sambil ngebayangin Nathan itu kayak gimana, sambil ngebayangin jadi Salma hahaa.. sumpah baper banget.
Di novel ini Erisca pinter banget ngebangun karakter si Nathan, sampe aq menulis ini aq masih kebayang loh Nathan itu gimana. Ya ampuuuun.... berasa jadi orang yg lagi
falling in love deh.
Langsung aja deh, niat aq nulis ini pingin ng-
share beberapa
capture-an di novel 'Dear Nathan' yang aq suka, cekidot...
"Karena pelukan dan kecupan neneknya seperti senja yang melepas cahaya. Seperti terangnya udara mengakhirkan gulita. Seperti melepas belenggu. Belenggu yang menahannya bertahun-tahun, larut dalam kehidupan yang semu dan beku. Belenggu yang tidak nyata, tapi sakitnya terasa."
"Jatuh cinta itu gak butuh alasan. Proses memulai jatuh cinta memang bisa terjadi tanpa alasan... tapi, mempertahankan untuk tetap cinta atau melewatkan begitu saja, itu yang harus butuh alasan"
"Karena diam terkadang lebih baik untuk mewakilkan jutaan kepingan perasaan"
"Tugas saya hanya sebatas mencintai bukan memaksa agar dicintai. Saya percaya tiap hati pasti ada pemiliknya masing-masing. Dan seandainya pemilik hati kamu adalah saya, ke mana pun kamu pergi, hati itu pasti akan balik ke pemilik sejati dan tuhan punya seribu satu cara untuk mendekatkan kita lagi. Tapi kalau bukan milik saya? Tuhan juga punya banyak cara untuk nemuin dengan yang lain."
"Dear Nathan"
"Aku ingin bicara saat semua orang tidak henti mengeluarkan kata-kata. Tapi tetap saja bibir ini seolah bungkam. Aku selalu memilih diam tiap kali dihadapkan dengan pilihan dan kesempatan, tidak berani atau pengecut cinta? Awalnya biasa aja, awalnya juga tidak ada perasaan, tapi perasaan selalu bermetamorfosis kan? mungkin saja kamu heran, melihat aku yang terus bungkam. Aku tidak mau jatuh cinta, jatuh cinta itu seperti membodohkan Tuan-Nya. Tapi, kamu sudah mengajariku satu hal, jatuh cinta membuat seseorang lebih menghargai tiap-tiap hati yang mencintai. Mungkin benar, bicara langsung mempermudah untuk melepas puing-puing rindu tapi memilih surat, karena surat mempunyai makna tersendiri dalam menyampaikan sesuatu. Aku hanya pintar berkata-kata tapi aku tidak pintar untuk bersuara. Aku hanya pintar menyembunyikan tapi aku tidak pintar untuk menunjukkan.
Aku hanyalah si gadis kaku.
Yang ingin aku tanyakan, kenapa rasa itu muncul untukku? Belum bisa kutemukan jawabannya kamu sudah pergi, menjadi bayangan maya nan semu. Kamu ingin aku jadi obyek nyata, kan? Dulu aku mengejarku, perlahan-lahan aku pun tahu kamu jemu. Tenggelam dalam kebingungan karena terlalu lama menunggu. Aku, si gadis kaku, yang tidak tau arti cinta karena terlalu lugu. Baik, sajak ini sepertinya terlalu memusingkan dan membosankan untukmu. Langsung ke poinnya saja; tolong baca baik-baik. Aku, si gadis kaku ini;... mencintaimu."
So Swiiiiit..
Udahan dulu yaa bapernya..